Selasa, 24 Juli 2018

Uji Hipotesis Satu Arah dan Dua Arah


Mata Kuliah: Statistik II
Oleh: Darmin Dafid
Upload by Ngafifah Story


02.

Uji Hipotesis Satu Arah dan Dua Arah
      Uji hipotesis statistik dapat berupa uji satu arah atau dua arah. Uji satu arah atau dua arah ditentukan oleh hipotesis alternatifnya. Misalkan parameter populasi (yang ditaksir) dinyatakan dengan q (bisa berupa ) dengan penaksir (statistik sampel) dinyatakan dengan  (bisa berupa ). Maka:
1. Uji satu arah berbentuk:
      lawan            
atau
      lawan            
2. Uji dua arah berbentuk:
      lawan            

Uji Hipotesis Mengenai Proporsi
Data nominal atau ordinal  yang merupakan variabel independen tunggal X dapat dianalisis dengan menggunakan uji proporsi tunggal. Hipotesis statistik yang diuji adalah:
(i)    Uji dua pihak: dengan tandingan
(ii)  Uji satu pihak (kanan): dengan tandingan  
(iii) Uji satu pihak (kiri) : dengan tandingan  
Statistik uji yang digunakan adalah:
Dimana: n menyatakan jumlah sampel acak X, x menyatakan banyaknya kejadian hasil amatan dalam sampel acak X, p0 menyatakan dugaan proporsi  data populasi (proporsi yang dihipotesiskan) dan q0 = 1-p0.
Contoh:  Misalkan penyaluran dana BLT tahun 2005 diduga hanya 60% efektif atau tepat sasaran. Hasil pengamatan terhadap 100 orang penerima BLT yang diambil secara acak, menunjukkan bahwa 70 diantaranya memang memenuhi kriteria sebagai penerima. Apakah data tersebut merupakan bukti yang cukup untuk menyimpulkan dugaan di atas. Gunakan a = 0,05.  
a). Hipotesis :
Contoh di atas menggunakan pengujian satu pihak (pihak kanan) dengan hipotesis uji:
dengan tandingan
b). Statistik uji:
c). Kriteria pengujian :
Tolak H0 jika z>z(1-0.05)= z0,95 = 1,645, dalam hal lain H0 di terima

 

                                                                                                                              Daerah penolakan H0
                                                                                  Daerah                                Luasnya =0,05 
                                                                            penerimaan H0
                                                                            luasnya =0,95
                        
                                                                                                           1,645
d). Penghitungan:
Diketahui : n = 100, x = 70,  p0 = 0,6, q0 = 1-0,6 = 0,4
e). Kesimpulan:
Ternyata bahwa z hitung yakni z = 2,04  > 1,645. Dengan demikian H0 di tolak. Ini menunjukkan bahwa penyaluran dana BLT hanya efektif 60 % tidak bisa diterima pada  a = 0,05.  
Untuk data nominal atau ordinal yang terdiri dari dua variabel independen (X1 dan X2) dapat dianalisis dengan menggunakan uji beda proporsi. Hipotesis-hipotesis statistic yang mungkin diuji adalah:
(i)    Uji dua pihak: dengan tandingan
(ii)  Uji satu pihak (kanan): dengan tandingan
(iii) Uji satu pihak (kiri): dengan tandingan
Statistik uji yang dapat digunakan adalah:
Dimana: x1 adalah jumlah kejadian pada objek pertama; n1 jumlah sample pada objek pertama; x2 adalah jumlah kejadian pada objek kedua; n2 jumlah sample pada objek kedua;  serta p dan q yang dihitung dengan rumus:
Contoh: Sebuah penelitian yang dilakukan di Kabupaten Buton tentang tingkat partisipasi warga dalam Pilkada. Misalkan diambil 2 buah kecamatan yakni kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Gu. Di kecamatan Lasalimu, diketahui jumlah warga yang menggunakan hak pilih sebanyak 25 orang dari 30 sampel yang diambil secara acak. Sementara itu, data dari kecamatan Gu menunjukkan bahwa dari 45 sampel warga yang diambil, 40 diantaranya menggunakan hak pilih. Apakah ada perbedaan tingkat partisipasi warga antar kecamatan di kabupaten Buton dalam menggunakan hak pilih pada pelaksanaan pilkada? Gunakan taraf signifikansi 0,01.
a). Hipotesis statistik:
Hipotesis alternative dalam kasus tersebut adalah: “Ada perbedaan tingkat partisipasi warga diantara sejumlah kecamatan yang ada di kabupaten Buton dalam pilkada”.
dengan tandingan (sebagai hipotesis alternatif)
b). Statistik uji:
c). Kriteria pengujian:
H0 tidak ditolak jika , dan dalam hal yang lain H0 ditolak. Karena , maka  H0 tidak ditolak jika . (perhatikan gambar)

 

                                        Daerah penolakan H0                                               Daerah penolakan H0
                                      Luasnya=a/2=0,005          Daerah                                Luasnya=a/2=0,005 
                                                                            penerimaan H0
                        
                             
                                              -2,575            0                  2,575
d). Penghitungan:
Dari data yang dikumpulkan diperoleh statistik data sebagai berikut:
. Jadi,
Bandingkan dengan kriteria: . Berdasarkan criteria ini, maka


 

                                        Daerah penolakan H0                                               Daerah penolakan H0
                                      Luasnya=a/2                       Daerah                                Luasnya=a/2 
                                                                            penerimaan H0
                        
                             
                                               -2,575                      0    0,693             2,575
e).Kesimpulan:
Karena, nilai z hitung berada pada wilayah penerimaan H0 maka hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan tingkat partisipasi warga diantara sejumlah kecamatan di kabupaten Buton dalam pilkada tidak dapat diterima pada taraf signifikansi 0,01”.








Uji Hipotesis Mengenai Rata-Rata
Data interval atau pun ratio yang merupakan data variabel independen tunggal (X) dapat dianalisis dengan menggunakan uji rata-rata. Hipotesis-hipotesis statistic yang mungkin diuji adalah:
(i)    Uji dua pihak: dengan tandingan
(ii)  Uji satu pihak (kanan): dengan tandingan
(iii) Uji satu pihak (kiri): dengan tandingan
Statistik uji yang dapat digunakan adalah:
1.    Jika  diketahui, digunakan statistik uji:
Dimana: n menyatakan jumlah data amatan;  menyatakan rerata data sample amatan; m0 menyatakan dugaan rata-rata data populasi, s2 menyatakan varians populasi (diketahui)
2.    Jika  tidak diketahui, digunakan statistik uji:
Dimana: n menyatakan jumlah data amatan;  menyatakan rerata data sample amatan; m0 menyatakan dugaan rata-rata data populasi, s2 (varians data sample) sebagai penduga terhadap varians populasi yang tidak diketahui
Contoh: Misalkan jatah beras warga miskin (raskin) di suatu kelurahan diduga dimanipulasi atau disalahgunakan pembagiannya oleh kepala kelurahan setempat. Warga yang seharusnya menerima 10 kilogram ternyata diduga hanya mendapatkan rata-rata kurang dari itu. Untuk mengetahui benar tidaknya isu tersebut, diambil 30 sampel acak penerima raskin dari kelurahan tersebut, dan diperoleh data jatah beras (dalam kilogram) sebagai berikut:
9  10   9,5   8   5   10   8   8   8   8   5  10  9,5   9   9
8    9    9   8   9    9    9   7   9   9   9  10    8    8    8
Ujilah kebenaran dugaan tersebut pada a = 0,05.
Kasus diatas menggunakan rumus yang kedua, karena varians populasi (s2) tidak diketahui.
a). Hipotesis statistik yang diuji adalah:
dengan tandingan  (uji pihak kiri)
b). Statistik uji yang digunakan :
c). Kriteria pengujian:
Tolak H0 jika t <-t(a; n-1) = t(0,05;29)= -2,045 sedangkan dalam hal lainnya terima H0.
 


                                        Daerah penolakan H0                                            
                                      Luasnya=a=0,05                 Daerah                          
                                                                               penerimaan H0
                        
                                                             -2,045          0

d). Penghitungan
Diketahui : n= 30, dan m0=10. Dari 30 data sampel di atas diperoleh =8,5   dan s2 = 1,483. Sehingga:

e). Kesimpulan:
Karena  t = -6,75 < -2,045 maka dugaan adanya penyelewengan pembagian jatah raskin di kelurahan tersebut benar.
Data interval atau data ratio yang terdiri dari dua variabel independent (X1 dan X2) dapat dianalisis dengan menggunakan uji beda dua rata-rata:
Hipotesis-hipotesis statistic yang mungkin diuji adalah:
(i)    Uji dua pihak: dengan tandingan
(ii)  Uji satu pihak (kanan): dengan tandingan
(iii) Uji satu pihak (kiri): dengan tandingan
Statistik –statistik uji yang dapat digunakan antara lain adalah:
1. Jika  (varians populasi homogen) dan diketahui. Statistik uji yang digunakan adalah:
Dimana: n1 menyatakan jumlah data dari sample kelompok pertama; n2 menyatakan jumlah data dalam sample kelompok kedua  menyatakan rerata data dari sample kelompok pertama;  menyatakan rerata data dari sample kelompok kedua
2. Jika  (varians populasi homogen) tetapi tidak diketahui digunakan rumus:
dimana s2 adalah varians gabungan sample kelompok pertama dan kedua yang dihitung dengan rumus:
3.    Jika  (varians populasi tidak homogen) dan keduanya tidak diketahui digunakan rumus:
dimana dan  masing-masing menyatakan varians data sample kelompok pertama dan kedua:
4.    Untuk pengamatan berpasangan digunakan rumus:
dimana menyatakan rerata dari data selisih dua pengamatan berpasangan dengan  sebagai variansnya.
Contoh : Diduga bahwa terjadi penurunan jatah raskin dari tahun ke tahun di kelurahan X. Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut dikumpulkan data tentang jatah raskin yang telah diterima oleh masing-masing 100 kepala keluarga pada tahun 2006 dan 110 kepala keluarga pada tahun 2007. Dari data yang terkumpul diperoleh rata-rata dan varians jatah raskin  yang diterima setiap warga pada tahun 2006 adalah 9,5 dan 1 kg/orang/bulan. Sedangkan rata-rata dan varians penerimaan jatah raskin pada tahun 2007 sebesar 8,5 dan 1,5 kg/orang/bulan. Misalkan diasumsikan bahwa varians populasi jatah raskin adalah homogen namun tidak diketahui, ujilah kebenaran dugaan tersebut di atas pada pada a=0,025
Kasus di atas menggunakan rumus yang kedua. Karena varians populasinya diasumsikan sama (homogen) namun tidak diketahui.
a). Hipotesis statistik yang diuji adalah:
dengan tandingan  (uji pihak kanan)
b). Statistik uji yang digunakan :
c). Kriteria pengujian:
Tolak H0 jika t >t(a; n1+n2-2) = t(0,025;208)= 2,241, dan dalam hal lainnya terima H0.
d). Penghitungan
Diketahui : n1= 100, n2= 110,  =9,5 =8,5, dan . Terlebih dahulu dihitung varians gabungannya yakni,
Sehingga:
e). Kesimpulan:
Oleh karena t = 6,45 >2,241 maka dugaan bahwa terjadi penurunan jatah raskin dari tahun ke tahun yang diterima oleh warga di keluarahan X adalah benar.


Uji Hipotesis Mengenai Kebebasan
Dua variabel independen dapat dilakukan uji kebebasan diantara keduanya dengan menggunakan prosedur uji atau statistik uji Chi kuadrat,  yakni:
Dimana: x 2 menyatakan chi kuadrat hitung, oij= frekuensi observasi data amatan dalam baris ke-i kolom ke-j dan eij= frekuensi harapan data amatan dalam baris ke-i kolom ke-j
Sebagai contoh, apakah ada hubungan antara keanggotaan partai seseorang (pengurus/simpatisan) dengan loyalitas mereka terhadap partai dalam memilih calon bupati yang diusung oleh partainya dalam pilkada. Misalkan dikumpulkan 2500 sampel pengurus dan simpatisan dari 3 partai besar yakni Golkar, PDIP, dan PKB seperti tertera dalam tabel kontingensi di bawah ini. Ujilah fenomena di atas pada a=0,05
oij
Golkar
PDIP
PKB
Total
Loyal
310
315
300
925
Tidak Loyal
500
570
505
1575
Total
810
885
805
2500

a). Hipotesis yang diuji adalah:
Ho: Tidak ada hubungan antara kepengurusan seseorang dalam suatu partai dengan pilihannya dalam pemilihan bupati  (saling bebas)
H1:  Ada hubungan antara kepengurusan seseorang dalam suatu partai dengan pilihannya dalam pemilihan bupati  (tidak saling bebas)
b). Statistik uji yang digunakan adalah:






c). Kriteria Pengujian:
Tolak H0 jika: . Dalam hal yang lain H0 diterima


                                                       Daerah
                                              penerimaan H0                   Daerah penolakan H0

                                                                                     5,991
d). Penghitungan:
Hasil penghitungan eij  disajikan dalam tabel di bawah ini
eij
Golkar
PDIP
PKB
Loyal
299,70
327,45
297,85
Tidak Loyal
510,30
557,55
507,15

Dengan demikian,
d). Kesimpulan:
Oleh karena , maka Ho diterima. Ini berarti bahwa pengurus maupun simpatisan partai ternyata tidak loyal/tidak setia ketika memilih calon bupati yang diusung oleh partainya dalam suatu pilkada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar