Rabu, 14 Juni 2017

TURUNAN FUNGSI



Turunan Fungsi


A.              Turunan Fungsi Di Suatu Titik Dan Interpretasi  Geometri
Konsep turunan dan diferensial dewasa ini tampil cemerlang dan memegang peranan penting di dalam menyelesaikan berbagai masalah pada cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi . Karena itu  banyak pengalaman dari kejadian sehari-hari yang nampak abstrak dan rumit, kemudian dapat ditemukan rumus matematikanya yang selanjutnya dihubungkan dengan suatu pola  pikir (logika) dan penalaran yang dapat digunakan semua orang.
               
      Definisi 1
Misalkan f suatu fungsi dengan persamaan  terdefinisi pada selang terbuka I yang  memuat c,
maka  turunan pertama fungsi  f di titik  didefinisikan sebagai :

  ………….(5.1)
       dengan  (perubahan x)

Selanjutnya jika limitnya ada, dikatakan f mempunyai
       turunan  di . Sebaliknya, jika limitnya tidak ada,
       dikatakan   f  tidak terturunkan di


 
     Jika  x menggantikan posisi   dan   menggantikan h
    (gbr.5.1.b), maka  rumus  (5.1) termodifikasi menjadi


      ………….(5.2)

Contoh.1
                Jika , tentukan 
                (a).                              (b).         

Solusi (dengan rumus 5.1),

(a).         
                                         
(b).         

        

FUNGSI TURUNAN
Turunan fungsi f di sembarang titik dalam domain f  juga merupakan suatu fungsi yang disebut fungsi turunan ,didefiniskan sebagai berikut:


Definisi 2

Jika f sebuah fungsi , maka turunan pertama fungsi f yang nilainya di setiap titik x pada domain f  didefnisikan sebagai

       ……  (5.3)
asal limtnya ada. Selanjutnya fungsi f dikatakan terturunkan jika  ada, .
Jelaslah bahwa  juga merupakan suatu fungsi yang lain  dalam variabel x.
Selanjutnya rumus (5.3) dapat dimodifikasi menjadi :
 ……(5.4)

Contoh 2
Tentukan turunan pertama fungsi berikut
        (a).                            (b).             (c).                          
Solusi (dengan rumus 5.3) :
(a).         
           
                            ,    
Jadi  yang juga merupakan sutu fungsi
(b).         
                           (juga sebuah fungsi)
(c).         
        
         
         Jadi    , juga merupakan suatu fungsi

    
B.               Interpretasi Dari Turunan

F     Turunan sebagai Gradien (Tanjakan) garis singgung
Pandang suatu grafik fungsi dengan persamaan . Titik  dan  dua titik berdekatan yang terletak pada kurva  f  (gambar 5.2).  Garis secan (talibusur) PQ mempunyai tanjakan
                                         
 Tanjakan tali busur ini tidak lain daripada  kenaikan nilai fungsi   f  antara  c  dan 










Bilamana titik  Q bergerak (sepanjang kurva f) mendekati P  sedekat mungkin, maka h akan mengecil  menuju nol  (h® 0),  akibatnya  Secant line   akan berimpit dengan Tangent line (Gbr.5.2). Dengan proses limit,  tanjakan garis singgung  dititik P dinyatakan dalam definisi berikut :

Definisi 3
                Tanjakan (slope)  garis singgung pada kurva  dititik  didefinisikan sebagai
………..(5.5)
    asal limitnya ada.

Teorema 1
Agar supaya representasi grafik fungsi  f  mempunyai sebuah garis singgung  di titik  dan tidak paralel sumbu y  maka syarat perlu dan syarat cukupnya adalah fungsi  f  harus terturunkan di titik . Tanjakan garis singgung tersebut tidak lain dari nilai turunan  f di titik , yaitu
Dengan demikian persamaan garis singgung melalui titik  pada grafik   f   adalah:
                                              ………[5.6] 
Dan persamaan garis normal n melalui titik   adalah:
                                                …......……[5.7]
Kedua garis ini  saling tegak lurus di titik pada kurva  f 



Contoh-3.
Suatu garis g menyinggung parabola  dititik , tentukan
a.    tanjakan garis singgung tersebut,
b.     persamaan garis singgungnya dan persamaan garis normal di titik
c.     Gambar grafik fungsi f,  garis singgung dan garis normalnya
Solusi
(a). Misalkan garis g menyinggung parabola  di titik , maka titik tersebut adalah .Tanjakan  garis singgung  dititik  dihitung dengan rumus  :
                            
                                               
          Jadi 
(b). Dengan rumus (5.6 ) maka persamaan garis singgung di titik adalah  
           Dan dengan rumus (5.7), maka persamaan garis normal melalui
          titik  adalah  
c.         Grafik ditunjkan pada gambar 5-3





F  Turunan sebagai Kecepatan /laju Sesaat

Jika suatu benda (partikel) bergerak dengan  persamaan gerak adalah , yang merupakan persamaan dalam waktu  t , maka

Kecepatan rata-rata dinyatakan dengan    dan
Kecepatan sesaat dinyatakan dengan     .........(5.8)
asal limitnya ada.

Catatan :
Notasi untuk kecepatan pada saat t , biasanya  dilambangkan sebagai  , sedangkan percepatan pada saat t dilambangkan   . Dimana  , dan
Contoh-4 
Dari tepi sebuah jurang, sebuah batu dilemparkan tegak lurus ke bawah. Jarak yang ditempuh oleh batu tersebut dari titik asal hingga titik akhir t detik pertama dinyatakan oleh persamaan 
Bila jarak diukur dalam satuan kaki dan waktu diukur dalam satuan detik, tentukanlah
   1. Kecepatan sesaaat batu tersebut pada :
a.       Akhir  t detik
b.       Akhir  3,4  detik
   2. Setelah berapa lamakah batu jatuh tersebut mencapai kecepatan  132 kaki/dt.
Solusi
Jarak yang ditempuh batu tersebut merupakan fungsi waktu yang dapat ditulis sebagai :
1.              a. Dengan  rumus (5.8), maka  kecepatan batu pada akhir t detik adalah:
                   
                                
                                              
          Jadi  laju (kecepatan) batu jatuh pada akhir  t  detik  adalah  
b.                     Kecepatan sesaat  batu jatuh  pada saat  detik  adalah

                 kaki/dt.

2.       Diketahui    = 132  kaki/dt,  jadi kita harus menentukan nilai t  sedmikian sehingga 

. Dari hasil (a) didapat hubungan     detik
.
F Turunan sebagai Cost Marginal

Dalam masalah Ekonomi turunan sering diinterpretasikan sebagai “marginal”. Misalnya C(x) adalah fungsi biaya, yang menyatakan biaya produksi dari x unit barang, maka  menyatakan fungsi marginal cost (marginal cost function). Pembahasan  selanjutnya dibicarakan pada masalah ekstrim

Hubungan antara turunan dan kekontinuan diberikan oleh teorema berikut:
Teorema  
Misalkan fungsi  f mempunyai turunan di  x=a, yaitu   ada maka  f  kontinu di . Kebalikan teorema tidak berlaku

LATIHAN
I.               Untuk soal nomor 1 sampai 10 , tentukan tanjakan garis singgung di titik yang diberikan , kemudian tentukan pula persamaan garis singgung tersebut. Gambar kurva dan garis singgungnya
1        ;   di x = 1                             5.  di P(-1,-2)
2.       ;   di x = 2                             6.      ;   di x = 1
3.     ;di x = 3                  7.      ;  di x = 2
4.    ; di x = -2             8.   , di x = -1
Untuk soal nomor 9 sampai 14, gunakan definisi turunan untuk menentukan turunan fungsi  pada titik yang diberikan
9.                   ; di  x = 0      12.      ;   di x = 1
10.             ;   x = -1                 13.         ;   x = 0
11.      ;   x = 3             14.   ; x =1, a,b,c   konstanta.
II.             Dalam soal nomor 15 sampai 17, sebuah partikel bergerak sepanjang suatu garis koordinat. s adalah jarak dari titik asal yang ditempuh pada akhir t detik dalam satuan kaki. Tentukan kecepatan sesaat partikel tersebut pada akhir a detik.
15.                ;  a = 2                 17.              ,  a = 4
16.             ;  a = 1,7            
        
III.    Tentukan fungsi turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut :
1.            3.                5. 
2.                  4.               6. 

C.               Rumus-Rumus Dasar Turunan


Menghitung turunan fungsi dengan menggunakan definisi turunan dengan melibatkan limit tidak selalu mudah, bahkan beberapa fungsi yang akan rumit dan bentuknya susah diselesaikan.
Dalam pasal ini akan diberikan rumus-rumus sederhana untuk menghitung turunan fungsi yang mudah dihapal dan mudah digunakan.

TEOREMA  (Bukti di serahkan kepada pembaca)

1.       Turunan Fungsi Konstan.

Jika  ,  c=konstan,  maka

2.       Turunan Fungsi  Identitas

Jika , maka

3.       Turunan Fungsi pangkat

Jika  , maka ,  dengan  n bilangan bulat positif

4.       Turunan dari hasil kali Fungsi  dengan sebuah konstant

Jika  k suatu konstanta da  f  terturunkan , maka 

5.       Turunan Jumlah Dua Buah Fungsi
Jika f  dan g masing-masng tertutunkan dan (f  g) juga  terturunkan, maka
                (a)          
                (b).             . Kedua rumus ini dapat digeneralisasi
6.       Turunan Perkalian dan  Pembagian Dua Fungsi
Jika  f dan g masing-masing terturunkan,  dan  maka
                (a).         
                (b).                        (c). 

7.    Jika , maka  ,


Contoh
Tentukan turunan fungsi berikut dengan menggunakan rumus-rumus turunan.
a.                b.    
       c.                                   d.                       e. 
Solusi :
a.      

b.       Misalkan :    dan       
Maka menurut teorema 6(a), diperoleh
                       

c.     Menurut teorema 6.(b), maka

d.     Menurut teoema 7, maka
  1. , maka menurut teoema 7, dperoleh

7.       Rumus-Rumus Turunan Fungsi Trigonometri
a.       Jika           maka           
b.       Jika          maka           
c.       Jika           maka          
d.       Jika           maka          
e.       Jika           maka          
f.        Jika           maka          
(untuk  bagian  c sampai  f  gunakan ;

8.       Rumus-Rumus Turunan Fungsi Eksponen dan Logaritma:
a.       Jika           maka               
b.       Jika          maka                
c.       Jika        maka               
d.       Jika     maka              
                Catatan
    
Contoh
Tentukan turunan fungsi berikut dengan menggunakan rumus-rumus turunan.
a.                                                                   c.  
b.                                                d.                  
Solusi :
a.  
b.  
c.   , maka 
d.   . Jadi


LATIHAN

Tentukan turunan fungsi berikut dengan menggunakan rumus-rumus dasar turunan
1.                        8. 
2.                                          9.  
3.                                                       10.
4.                                                                   11. 
5.                                                                   12.  
6.                                                      13.  
7.                                       14.  


D.                Turunan Fungsi Komposit & Aturan Rantai

Misalkan  fungsi  f  terturunkan di x dan fungsi  g terturunkan di  f(x)  maka fungsi komposisi  (gof) dapat diturunkan di x .
                Misalkan   , maka
                        ...……..…..(5.8)

Rumus (6.8) di atas dikenal dengan nama Aturan Rantai yang dapat dituliskan secara singkat sebagai berikut
Misalkan     dan     maka
fungsi komposisi  mempunyai  turunannya sebagai:
                         ...………………..….…….(5.9)
Rumus (6.9) dapat diperluas untuk sejumlah berhingga komposisi-komposisi fungsi, misalnya   ,     dan  , maka        
                                ………………………...(5.10)
Contoh
Tentukan turunan fungsi komposisi berikut:
a.                 b.      c.        d.             
Solusi :
a.       ,dapat dituliskan sebagai ,dengan  
           Akibatnya,            dengan aturan rantai, diperoleh :  
                                                                               
b.          , dapat dituliskan sebagai   atau ,
dengan  :           dan
          Sehingga      
Maka dengan aturan rantai, diperoleh :
            
c.          , dapat dituliskan sebagai 
Dengan memisalkan :   
                               dan     =  
        Sehingga    .         Maka    
      
d.       Misalkan    dan     
 Maka     
      Dengan aturan rantai dan rumus pangkat rasional diperoleh :
                
                          =    =     

LATIHAN
Tentukan  dari setiap fungsi komposit berikut :
1.                        5.                             9.            
2.                             6.        10.         
3.                                 7.                              11.         
4.                                 8.                                     12.        ,  a  konstan

E. Turunan Fungsi Invers (Fungsi Balikan)

Teorema 
Misalkan f sebuah fungsi dengan persamaan , kontinu dan monoton pada selang tutup  dan fungsi inversnya adalah  kontinu dan monoton pada selang  didalam , maka turunan fungsi invers ini dinyatakan sebagai :
                           …….….   (5.11)
    atau                                         ……………………..…...(5.12)
Contoh
Tentukan fungsi invers, kemudian tentukan turunan fungsi invers tersebut bila diberi fungsi-fungsi berikut:
a.   y = f (x) = x2 – 2x – 5; x 1         b.   y = f (x) =  
Solusi :
a.  Metode  pertama
     Kita cari dulu fungsi inversnya .
jadi fungsi inversnya adalah : 
dengan mempertukarkan y dengan x diperoleh
dan turunannya fungsi inversnya adalah   

b.  Metode kedua
                    
Karena  kontinu  dan monoton turun pada  serta mempunyai turunan untuk,  maka 
                selanjutnya karena         maka
atau dalam variabel x diperoleh
b.   
          Metode 1
         
atau dalam variabel x dapat ditulis:    sehingga turunan fungsi invers ini adalah :

Metode II
Maka                   karena  , maka   
dan dalam variabel x dapat dituliskan : 
F.           Turunan Fungsi Invers Trigonometri

Misalkan fungsi  
     
Maka fungsi inversnya adalah      ;  
Jadi untuk setiap x.
Karena cos    maka  cos y =   atau      cos y = -  
tetapi y , maka  cos y  sehingga   cos y =   dan dapat ditulis :
  ……………………(1)
Rumus –rumus turunan fungsi invers trigonometri :
                  ...................(2)
Secara umum jika u = u(x)  dan
1.    y = arcsin u
2.    y = arctan u
3.    y = arc sec u

Contoh
Tentukan turunan fungsi berikut:
a.    y = arcsin x2                        c.    y = 8(arccos)
b.    y =                   d.    y = sin(arctan)

Solusi :
Catatan : Dari contoh di atas dapat dituliskan
a).   y = arcsin x2  Û  x2 = sin y
b).   y = arctan e2x Û e2x = tan y
c).   y = sin (arctan q) Û arctan q = sin y  atau q = tan (sin y)
LATIHAN
Dalam soal nomor 1 sampai 6 , tentukanlah fungsi invers dan turunan fungsi invers dari fungsi:
                       
Dalam soal nomor 7 sampai 10, tentukanlah turunan fungsi :
                              
Dalam soal nomor 12 sampai 20 , tentukanlah turunan fungsi
                             

G.    Turunan Fungsi Implisit

Misalkan sebuah fungsi dinyatakan dalam persamaan   y = f(x) , maka fungsi ini selalu dapat dinyatakan dalam bentuk  F(x,y) = 0 , dimana   atau  . Sebaliknya, jika diberikan sebuah fungsi dalam bentuk  F(x,y) = 0, dengan diketahui y fungsi dari x, ternyata tidak selalu dapat dinyatakan dalam bentuk eksplisist  y = f(x).  Perhatikan illustrasi berikut:
(i)          [bentuk eksplisit]
(ii)      
Tampak bahwa bentuk (i) dapat dinyatakan dalam bentuk implisist   F(x,y) = 0  yaitu    
Sedangkan bentuk (ii) tidak dapat dinyatakan dalam bentuk eksplisit   y = f(x)

Fungsi yang dinyatakan sebagai  y = f(x) disebut fungsi eksplisit dan fungsi yang terkandung dalam bentuk F(x,y)=0 disebut fungsi implisit. Setiap bentuk fungsi eksplisit merupakan bagian dari fungsi implisit, tetapi tidak sebaliknya. Secara geometri, grafik fungsi eksplisit merupakan bagian dari grafik fungsi implisitnya.
Perhatikan  persamaan  (iii)  adalah bentuk fungsi F(x,y)=0,
dan dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk eksplisit dengan batasan-batasan tertentu; yaitu     atau
Jadi dari aturan , kita mengatakan bahwa  y adalah fungsi implicit dari x, dan x adalah fungsi implicit dari y. Dan dari aturan ,mungkin terjadi y dapat dinyatakan secara eksplisit dalam x (atau sebaliknya), atau mungkin juga tidak.
Perhatikan pula persamaan:    ini mendefinisikan secara implisit  fungsi x dalam y atau , akan tetapi kita tidak mungkin menyatakan  y  dengan x  atau  y = f(x).
Selanjutnya kita pusatkan perhatian bagaimana menentukan turunan fungsi dalam bentuk implisit.
Contoh              Tentukan   dari bentuk implisit berikut:
a.                    b.    

Solusi :                  a.             , setiap suku diturunkan terhadap  x , yaitu :
                            
                            
Cara lain, kita tentukan dahulu fungsinya dalam bentuk eksplisit, kemudian kita turunkan. Dalam hal ini kita punyai:
        atau                        ,
sehingga
                                         
                                            
                                                    
             karena                           karena 
b.    ,      (Tunjukkan)

H.    Fungsi Parameter Dan Turunannya


Untuk memahami konsep fungsi parameter terlebih dahulu perhatikan illustrasi berikut:
Misalkan  suatu fungsi  f :®  , yang ditentukan oleh  persamaan :
1. .
Fungsi  F  ini dapat dituliskan sebagai “sepasang fungsi” dalam variabel lain t dalam beberapa bentuk antara lain:
a.              b.   
 c.         d.  
Perhatikan bahwa eliminasi t dari keempat persamaan di atas akan menghasilkan persamaan bentuk asalnya (i). Grafik  fungsi  F dari persamaan (i) adalah sebuah parabola di R2, dan pada setiap persamaan (a),(b),(c) dan (d)  diatas, titik   (x,y) = (f(t),g(t)) terletak pada grafik parabola . (lihat gambar 5.6 )

Keempat pasang persamaan di atas disebut “persamaan fungsi parameter t”  dari 
Definisi  (fungsi parameter)
Misalkan  f   dan  g  masing-masing adalah fungsi yang terdefinisi
 pada daerah asalnya   DÍÂ,
maka :       
menyatakan suatu “persamaan fungsi parameter” dengan  t sebagai
parameter, dan grafiknya adalah himpunan titik-titik di R2
yaitu  .

 

TURUNAN FUNGSI PARAMETER


Perhatikan fungsi parameter   
Bila parameter t dieliminasi dari kedua persamaan tersebut, diperoleh fungsi y = H(x)  dengan x = f(t) sebab
   , sehingga
Persamaan terakhir ini dapat ditulis sebagai bentuk  eksplisit :
                      maka    y = H(x)    dengan   x = f(t)
atau  dalam bentuk implisit  :   maka  G (x,y)=0
Jadi jika diberikan fungsi parameter dengan persamaan    kita dapat menyatakan dalam bentuk sederhana sebagai:    
Dengan menggunakan aturan rantai diperoleh turunan fungsi parameter :
    

Teorema

Misalkan  x = f(t)  dan  y = g(t),  t Î D Í Â masing-masing fungsi yang mempunyai turunan terhadap peubah t  dengan  dan menyatakan suatu persamaan fungsi parameter yang dinyatakan dalam bentuk  y = H(x)  atau  G(x,y) = 0, maka turunan  y terhadap x adalah:  

Turunan kedua  diberikan oleh :
Contoh
Tentukan  dari fungsi parameter berikut:
a.    
b.    
c.        
d.    
Solusi :
Dengan menggunakan teorema di atas diperoleh:
a.                                     b. 
b.              d.  
Contoh
Diberikan persamaan lingkaran dengan jari-jari  = 2 yaitu   
a.     Bangunlah dua buah fungsi parameter yang berbeda dengan menggunakan persamaan lingkaran di atas dengan  t  sebagai parameter.
b.     Tentukan turunan dari dua fungsi parameter tersebut, bagaimana kesimpulan anda?

Solusi :
a.     Misalkan fungsi parameter :
      (i)                                       (ii) 
b.     (i)        (ii)
Kesimpulan :  Hasil turunan (i)  sama dengan hasil turunan (ii)






I.             Turunan  Tingkat Tinggi (Orde Tinggi)

Turunan sebuah fungsi, juga merupakan sebuah fungsi yang dapat diturunkan lagi asal memenuhi syarat-syarat turunan.

Turunan kedua dari suatu fungsi f  didefinisikan sebagai turunan dari fungsi turunan pertama, turunan ketiga didefinisikan sebagai turunan dari fungsi turunan kedua dan seterusnya. Turunan ke-n didefinisikan sebagai turunan dari fungsi turunan ke (n-1).

 

Notasi

Misalkan suatu fungsi  f  dinyatakan dengan persamaan  y = f(x)  maka notasi-notasi turunan pertama, kedua sampai turunan ke-n diberikan dalam tabel berikut:
Tabel  4.9.1


Persamaan fungsi  :
Notasi
Turunan pertama
 ;      ;     ;      ;   
Notasi
Turunan kedua
 ;     ;  ;    ;  
Notasi
Turunan ketiga
 ;    ;  ;    ;  
                                                  
Notasi
Turunan ke-n
;    ; ;   ;  
Jadi 
       
Secara umum turunan ke- n didefinisikan sebagai:      
atau dalam bentuk limit                   asal limitnya ada   
Contoh
a.     Tentukan turunan ke-4  dari  
b.     Tentukan nilai turunan ke-3  di x = 0 dan x =p/2 dari 
c.      Tentukan rumus ke-n dari fungsi 
Solusi :
a.     , maka
Turunan pertama                : 
Turunan kedua    : 
Turunan ketiga    : 
Turunan keempat               : 
b.     , maka
       ;     ;  
Untuk  x = 0     maka  
Untuk  x = p/2  maka  
c.      ,  turunan ke–n untuk fungsi h  adalah:
  (tunjukkan)

LATIHAN

I.      Dalam soal nomor 1 sampai 6, tentukan  f’’’(x)
1.                          4.                     5   
2.                                         5.                  6                       
II.        Dalam soal nomor 7 sampai 14,  tentukan  bentuk umum turunan ke-n dari fungsi berikut:
5.                         10.                       13.  
6.                            11           14.  
7.                            12                                                                                                 
III.     Dalam soal nomor 15 sampai 26, gunakan rumus turunan fungsi implisit untuk menentukan , dari persamaan yang diberikan di bawah ini:
15.                                                                                21.  ,  a konstan
16.                                          22.         
17.                                                                      23.     
18.                                                24.         
19.      ;  a konstan                           25.         
20.                                                  26.         

IV.      Dalam soal nomor 27 sampai 29,  Tentukan turunan kedua fungsi implisit berikut:
27.                         28.           29. 
V.        Dalam soal nomor 30 sampai 37,  Tentukan  dari fungsi parameter berikut:
30.                                                                34.
31.                                                                     35.
32.                                          36.
33.                                         37.
 
    Beberapa notasi turunan.   Jika , maka nilai turunan fungsi disuatu titik tertentu  dinotasikan sebagai

               


 
 


Sedangkan  turunan pertama disembarang titik x dinotasikan sebagai



Andai setiap dosa dapat di tebus dengan kata maaf,  buat apa Neraka di Ciptakan !!!
Berbahagialah mereka yang sibuk mencari kekurangannya sendiri, dan bukan mencari-cari kekurangan orang lain. Sekali lagi kegelapan.