Upload by Ngafifah story
KONSEP DASAR SAMPLING (PENGAMBILAN CONTOH)
Statistic
terbagi dua, yaitu Statistika deskriptif
dan Induktif.
Fase
pertama dikerjakan untuk melakukan fase kedua, yaitu statistic induktif. Dimana fase ini berusaha menyimpulkan tentang
karakteristik populasi, yang pada umumnya dilakukan berdasarkan pada data
sampel yang di ambil dari populasi yang bersangkutan.
Populasi
adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun
pengukuran, kuantitatif ataupun kualitatif dari pada karakteristik tertentu
mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas.
Sampel
adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan cara – cara
tertentu.
Sebagai
contoh : Sekumpulan objek dimana data diperoleh atau dikumpulkan
bisa berupa populasi maupun sampel. Misalkan sebuah institusi ingin
mempublikasikan pendapatan perkapita masyarakat Kelurahan Kadolokatapi. Ada dua
cara yang bisa di tempuh oleh institusi tersebut.
1. semua kepala
keluarga dari warga/penduduk Kelurahaan Kadolokatapi dicatat total
pendapatannya dalam setahun. Data yang terkumpul dari cara ini bersumber dari
seluruh kepala keluarga tanpa kecuali.
2. sebagian saja
dari warga Kelurahan Kadolokatapi yang dicatat total pendapatannya dalam
setahun. Cara pengumpulan data yang pertama dinamakan sensus, sedangkan cara
yang kedua dinamakan sampling (data diambil melalui sampel).
Total semua
nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun hasil mengukur, maupun yang
dalam bentuk kategori dinamakan populasi, sedangkan sebagian dari
populasi yang diambil berdasarkan aturan tertentu dinamakan sampel. Jadi sensus
berkaitan dengan data populasi, yakni jika setiap anggota dari populasi
(contoh: semua warga kelurahan Kadolokatapi)
dikenai pengamatan. Sedangkan sampling, jika sebagian saja dari
anggota populasi yang diamati.
Sensus tidak selamanya bisa dilakukan, karena sangat
bergantung pada kondisi populasinya (populasi tak hingga atau populasi
berhingga). Pada populasi yang tak hingga (misalnya melantunkan sebuah koin
secara terus menerus) tidak mungkin dilakukan sensus. Demikian pula pada
populasi yang berhingga, juga kadang-kadang cara sensus tidak bisa dilakukan.
ALASAN SAMPLING
Ada beberapa
alasan mengapa sensus tidak selalu bisa dilakukan, misalnya :
1.
Tidak praktis
(Ukuran Populasi), ada dua macam populasi yaitu terhingga dan tak
terhingga. Dalam hal populasi tak
terhingga ialah populasi berisikan tidak terhingga banyak obyek, sementara
terhingga pada dasarnya hanya konseptual.
2.
Masalah biaya
(tidak ekonomis), makin banyak obyek yang diteliti maka semakin banyak
pula biaya yang dikeluarkan.
3.
waktu, populasi
membutuhkan waktu yang lama sementara sebuah penelitian haruslah lebih
meminimalisir waktu dalam pencapaian hasil yang lebih baik dan lebih cepat.
4.
ketelitian, kebosanan
muncul pada manusia sehingga makin banyak yang diteliti semakin kurang
ketelitiannya.
5.
percobaan yang
sifatnya merusak/merugikan, ada beberapa hal yang mustahil
dilakukan yaitu diantaranya seperti kemanjuran obat yang baru dihasilkan, tidak
mungkin semua orang harus mengkonsumsinya.
Selain itu juga seperti keadaan darah seorang pasien, artinya tidak mungkin
ada manusia yang bersedia dikeluarkan darahnya untuk diteliti.
6.
faktor
ekonomi, perbandingan kesepadanan hasil dengan biaya, waktu dan
tenaga yang dikeluarkan.
Oleh karena
itu, sampling menjadi cara yang paling sering dilakukan dalam sebuah kegiatan
pengamatan.
BIAS DAN SAMPLING ERROS
Persoalan yang
muncul dari teknik sampling, terutama dalam sebuah pengamatan yang berakhir
dengan pengambilan kesimpulan adalah ketepatan kesimpulan yang diambil. Apakah
data yang sebagian tersebut dapat menjelaskan keadaan susungguhnya dari
populasi data. Kesimpulan yang diambil dari sebuah pengamatan, tidak hanya
berlaku pada sampel akan tetapi harus berlaku pada seluruh anggota populasinya.
Untuk memenuhi hal ini, maka sampel yang diambil harus merupakan refresentasi
(perwakilan karakteristik) dari populasi tempat dimana kesimpulan akan
diberlakukan.
Dalam penelitian ada dua macam
kekeliruan yang pokok yang bias terjadi yaitu :
1.
kekeliruan
sampling, kekeliruan yang disebabkan oleh
kenyataan adanya pemeriksaan yang tidak lengkap tentang populasi dan penelitian
hanya dilakukan berdasarkan sampel. Jika
keduanya antara populasi dan penarikan sampel dari populasi itu dengan
procedural yang sama maka hasilnya akan berbeda.sehingga solusi yang dilakukan
agar dapat terkontrol yaitu dengan jalan mengambil sampel berdasarkan sampel
acak dan memperbesar ukuran sampel.
2.
kekeliruan
non sampling, ada beberapa penyebab terjadinya
kekeliruan non sampling yaitu :
a.
populasi tidak
didefinisikan sebagaimana mestinya.
b.
Populasi yang
menyimpang dari seharusnya dipelajari
c.
Kuisioner tidak dirumuskan sebagaimana mestinya
d.
Istilah – istilah telah
didefinisikan secara tidak tepat atau telah digunakan tidak secara konsisten
e.
Para responden tidak
memberikan jawaban yang akurat, menolak untuk menjawab atau tidak ada ditempat
ketika dilakukan wawancara.
Selain
dari pada itu kekeliruan bias terjadi ketika pencatatan data, melakukan
tabulasi dan melakukan perhitungan – perhitungan.
PRINSIP
DASAR PERHITUNGAN BESAR SAMPEL
Prinsip
Perkalian/Aturan Dasar
Jika suatu kejadian dapat terjadi dengan n1
cara yang berbeda, dan kejadian berikutnya (sebut kejadian kedua) terjadi
dengan n2 cara yang berbeda, dan seterusnya maka banyaknya
keseluruhan kejadian dapat terjadi secara berurutan dalam n1.n2.n3…
cara yang berbeda.
Misalkan dalam acara sukuran ulang tahun
tersedia makanan bakso, nasi goreng, soto dan minuman es the dan es jeruk. Jika yang hadir hanya memilih satu jenis
makanan dan minuman maka berapa pasang makanan yang dapat dipilih
Contoh
|
Nasi
Goreng
|
|
Bakso
|
|
Soto
|
|
Es
Teh
|
|
Es
Jeruk
|
|
Es
Teh
|
|
Es
Jeruk
|
|
Es
Teh
|
|
Es
Jeruk
|
Ada 3 macam makanan yang dapat dipilih
dan ada 2 jenis minuman yang dapat dipilih pula maka 3 × 2 = 6 pasangan makanan
dan minuman yang dipilih.
Contoh
Berapa banyak kertas yang harus disediakan, jika tiap kertas ditulisi
bilangan 3 angka yang dibentuk dari lima angka 1,3,5,7,9, jika :
a. pengulangan tidak diperbolehkan
b. pengulangan diperbolehkan.
Penyel
a. Misalkan ada tiga kotak untuk mempresentasikan bilangan
sebarang. kotak pertama dapat diisi dengan 5 cara, karena pengulangan tidak
diperbolehkan maka kotak kedua dan ketiga masing-masing dapat diisi dengan 4
dan 3 cara.
Jadi banyaknya bilangan yang dapat terbetuk ada 5.4.3=60 bilangan.
Karena tiap bilangan dituliskan pada sebuah kertas maka
banyaknya kertas yang harus disediakan ada 60 kertas.
b. Karena pengulangan diperbolehkan maka kotak pertama,
kedua dan ketiga dapat diisi dengan 5 cara, sehingga banyaknya bilangan yang
terbentuk ada 5.5.5 = 125 bilangan. Jadi banyaknya kertas yang harus disediakan ada 125 lembar.
PERHITUNGAN BESAR SAMPEL
Notasi Faktorial
Hasil
kali bilangan bulat positif dari 1 sampai n disebut n factorial ditulis n !,
jadi
n!= 1.2.3….(n-2).(n-1).n! dan 0!=1
Contoh
5
! = 5.4.3.2.1 = 120.
Permutasi
Permutasi adalah susunan berurutan dari semua atau sebagian elemen suatu
himpunan
Contoh
Tentukan banyaknya kata (tidak harus punya arti) yang terdiri dari 3 huruf
yang dapat dibentuk dari huruf-huruf dari kata CINTA
a. Apabila setiap huruf yang digunakan tidak boleh lebih
dari sekali.
b. Apabila setiap huruf bisa diulangi dalam sebarang
penyusunan.
Penyelesaian.
a. Banyaknya kata-kata = pengaturan 5 huruf yang berbeda
diambil 3 sekaligus =
b. Banyaknya kata-kata = 5.5.5 = 125
Permutasi (Seluruhnya) dengan Beberapa Unsur yang Sama
Banyaknya permutasi
yang berlainan dari n elemen bila n1 diantaranya berjenis pertama, n2 berjenis
kedua, … ,nk berjenis ke-k adalah
dimana n1 + n2 + n3 + …+ nk = n
Contoh
Ada berapa penyusunan kata-kata (tidak harus punya arti) yang diambil dari
kata “KAKAKKU”.
Penyelesaian
Permutasi dari 7 huruf dimana ada 4 huruf sama yaitu K, dan 2 huruf sama
yaitu A adalah
Jadi banyaknya penyusunan kata yang mungkin ada 105 kata.
Permutasi
Melingkar (Permutasi Siklis)
Banyaknya permutasi
n unsur berlainan yang disusun melingkar adalah (n-1)!
Contoh
Sekelompok
mahasiswa yang terdiri dari 4 orang duduk mengelilingi sebuah meja bundar.
Dalam berapa cara keempat orang mahasiswa tadi dapat duduk mengelilingi meja
tersebut.
Penyelesaian.
Keempat mahasiswa tadi dapat diatur mengelilingi meja
dalam (4-1)! = 3! = 6
Kombinasi
Kombinasi adalah
susunan unsur-unsur yang urutannya tidak diperhatikan.
Banyaknya
kombinasi r elemen yang diambil dari n elemen
ditulis
atau
atau
atau
adalah
Contoh
Suatu tim bola basket terdiri dari 5
orang akan dipilih dari 10 pemain. Berapa macam susunan dapat dipilih ?
Penyelesaian.
Susunan yang dapat
dipilih adalah pengambilan 5 orang dari 10 orang yang urutannya tidak diperhatikan, jadi
menggunakan banyaknya kombinasi 5 orang yang dipilih dari 10 orang =
Diagram Pohon
Diagram pohon merupakan cara yang mudah untuk menggambarkan hasil-hasil yang mungkin
dari sederetan percobaan jika dari setiap percobaan hasil yang mungkin
berhingga. (dalam teori peluang disebut proses stokastik). Diagram pohon bila
diperhatikan menurut suatu arah tertentu, mulai dengan satu titik, bercabang
dan cabang-cabang itu mungkin bercabang-cabang lagi dan cabang-cabang baru itu
bercabang lagi dan seterusnya. Jadi
menurut suatu arah tertentu, dan banyaknya cabang yang meninggalkan titik itu
paling sedikit satu.
Contoh
Melempar 3 mata uang bersama-sama (sisi mata uang angka disingkat A dan
gambar disingkat G), hasilnya dapat digambar dengan diagram pohon sebagai
berikut .
Gambar diatas menggambarkan semua hasil yang mungkin terjadi pada percobaan
melempar 3 mata uang, sehingga kita bisa menentukan ruang sampel dan peluang
setiap kejadian yang berkaitan dengan percobaan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar